Kamis, 14 Juli 2011

"Eskalator Sosial" Itu Dipertanyakan

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
ilustrasi

(News Today) - Dari manakah kelas menengah atas Indonesia saat ini? Bisa jadi 20 tahun atau 30 tahun lalu, mereka adalah kelas menengah bawah Indonesia. Karena mengenyam bangku perguruan tinggi, status sosial ekonomi mereka naik dari kelas menengah bawah menjadi kelas menengah atas. Ada yang jadi gubernur, politikus, pengusaha, dan guru besar.

Meminjam istilah Anies Baswedan, Rektor Universitas Paramadina, Jakarta, perguruan tinggi menjadi "eskalator sosial" untuk menaikkan status sosial ekonomi masyarakat. Menggunakan istilah Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh, perguruan tinggi menjadi kendaraan untuk naik jenjang ekonomi dari kelas menengah bawah menjadi kelas menengah atas.

Namun, keberadaan perguruan tinggi, terutama perguruan tinggi negeri, kini sedang digugat sebagian masyarakat karena biaya masuk dan biaya kuliahnya dianggap mahal. Di sisi lain, pengelola perguruan tinggi menyatakan, biaya yang dikenakan kepada mahasiswa jauh lebih rendah daripada unit cost. Rata-rata unit cost mahasiswa ilmu sosial Rp 18 juta-Rp 22 juta per tahun, sedangkan ilmu eksakta Rp 25 juta-Rp 28 juta per tahun.

Berubah

Perguruan tinggi negeri yang didanai negara seyogianya jadi kampus terbuka bagi masyarakat tanpa rasa khawatir soal status sosial ekonomi. Sayangnya, fakta berbicara lain. Perguruan tinggi negeri justru dirasakan semakin komersial yang terbuka lebar bagi kaum berduit dan terbatas buat yang pas-pasan kemampuannya, apalagi bagi yang miskin....

Source : kompas

noreply@blogger.com (News Today) 14 Jul, 2011


--
Source: http://www.newsterupdate.com/2011/07/eskalator-sosial-itu-dipertanyakan.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar