Rabu, 13 Juli 2011

Mediasi Polwan-"Jawa Pos" Masih Mentok

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
Ilustrasi : Sebanyak 50 perempuan polisi (polwan) membagikan bunga kepada pengguna kendaraan bermotor, Senin (28/3/2011), di Bundaran Hotel Indonesia.

Jakarta, Indonesia (News Today) - Tersangka kasus pemukulan yang juga Kepala Biro Jawa Pos, Ibnu Yunianto, menuturkan bahwa hingga Rabu (13/7/2011) siang ini mediasi masih belum bisa dilakukan. Pasalnya, dari pihak pelapor, yakni Briptu Nina Mahadiyanti enggan berkenan melakukan mediasi.

"Mediasi itu harus dilakukan dua belah pihak, tidak mungkin salah satunya saja. Hingga saat ini dari pihak kami dan polisi sudah mengupayakan mediasi, tapi masih belum diterima," ujar Ibnu, Rabu (13/7/2011), saat dihubungi wartawan.

Ibnu tidak tahu alasan pihak Briptu Nina enggan menerima undangan mediasi dari pihaknya. Meski mendapatkan penolakan, Ibnu tetap akan mengupayakan mediasi terlaksana. "Kami akan selalu dorong itu," ujarnya.

Dikatakan Ibnu, apabila mediasi bisa dilaksanakan dan berlangsung dengan lancar, maka pihaknya siap untuk mencabut dua laporan terkait tabrakan lalu lintas dan dugaan pelanggaran profesi yang dilakukan suami Briptu Nina, Iptu Haryanto dan sejumlah anggota satuan Polisi Air dan Udara (Polairud) dalam proses penyidikan kasus pemukulan.

"Ya pasti akan kami cabut kalau memang mediasi berhasil. Dua laporan itu akan kami cabut," tuturnya.

Seperti diberitakan, pada Sabtu (9/7/2011) sekitar pukul 14.00, motor yang ditumpangi Ibnu bersama istri dan dua anaknya ditabrak motor Honda Vario yang melaju kencang di dekat Restoran Hoka-hoka Bento, Ciputat, Jakarta Selatan. Akibat tabrakan itu, istri Ibnu, dan dua anaknya terluka.

Saat kejadian, penabrak motor Ibnu yang ternyata anggota Polairud, Briptu Nina Mahadiyanti, tidak menunjukkan itikad untuk menyelesaikan kasus tabrakan itu dengan baik. Bahkan, menurut Ibnu, Briptu Nina justru bersiap untuk kabur. Akibatnya, Ibnu pun emosi dan langsung memukul wajah Nina yang tertutupi helm full face.

Begitu Nina membuka helm, Ibnu kaget bukan main ternyata yang dipukulnya adalah seorang wanita. Nina kemudian melaporkan kasus pemukulan ini ke Polsektro Ciputat sampai akhirnya ditangani Polrestro Jakarta Selatan.

Sementara itu, Ibnu balik melapor Briptu Nina terkait kasus tabrakan yang melukai istri dan anaknya tersebut ke satuan Lalu Lintas Polrestro Jakarta Selatan. Ibnu juga melaporkan adanya intervensi dalam proses penyidikan kasus pemukulan yang dilakukan suami Briptu Nina, Iptu Haryanto dan beberapa anggota Polairud ke Propam Mabes Polri.

Source : kompas

noreply@blogger.com (News Today) 13 Jul, 2011


--
Source: http://www.newsterupdate.com/2011/07/mediasi-polwan-jawa-pos-masih-mentok.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar