Senin, 18 Juli 2011

Media dan Politikus Pesolek

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
Pengunjuk rasa yang menamakan diri Front Pembela KPK berdemonstrasi di depan Gedung DPP Partai Demokrat, Jakarta, Kamis (16/6/2011) lalu.

(News Today) - Nazaruddin, buron Interpol itu, sebenarnya tak sepenuhnya kabur. Dalam kajian relasi desain dan pencitraan, Nazaruddin terkategori sebagai bayang-bayang verbal yang hadir dalam pikiran ketika mendengar bahasa verbal.

Sebagai pusat perbincangan, jelas saban detik Nazaruddin hadir di negeri ini. Dalam perspektif analisis diskursus, Nazaruddin bahkan bisa dibilang sebagai subyek pelibat yang dominan.

Karena kehadirannya sebagai bayang-bayang verbal tersebut, persentuhan kita dengan sang mantan Bendahara Partai Demokrat tak berlangsung fisik, tetapi bergerak dari bayang-bayang ke bayang-bayang, dari pertukaran berbagai kepentingan dalam wacana.

Jenis interaksi dengan subyek perbincangan macam ini akhirnya memberi tipografi tertentu pada sang bayang-bayang verbal: sebuah tipologi bayang-bayang murni. Hantu adalah contoh termudah menjelaskan tipe bayang-bayang ini (Piliang, 2007).

Apakah Nazaruddin telah menjadi hantu? Yang pasti, bagi Partai Demokrat, ia jelas hantu menjengkelkan sekaligus menakutkan. Sebagai hantu, ia terus bergentayangan menyebar teror. Melalui pesawat canggih yang disebut BBM, Nazaruddin terus mengganggu eksistensi kawannya di ruang publik fisik.....

Source : kompas

noreply@blogger.com (News Today) 19 Jul, 2011


--
Source: http://www.newsterupdate.com/2011/07/media-dan-politikus-pesolek.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar