Minggu, 03 Juli 2011

Lapangan Terbang TNI AU Diserobot Warga

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
Bengkulu, Indonesia (News Today) - Lahan lapangan terbang katagori II milik TNI Angkatan Udara di Desa Pagar Dewa, Kecamatan Kota Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, diserobot warga dan dijadikan kebun kelapa sawit.

"Lahan lapangan terbang itu dikapling warga diduga untuk perumahan dan tanaman tahunan seperti karet dan kelapa sawit," kata anggota Komisi C DPRD Kabupaten Bengkulu Selatan, Mudin A Gumay, Sabtu (2/7/2011) di Bengkulu.

Namun demikian, kata Mudin, pemerintah desa tidak tahu-menahau soal status lahan itu dan tidak ada bukti surat jual beli atau keterangan pinjam pakai dari pemiliknya, sehingga di sekitar tanah lapter II itu sudah berdiri puluhan bangunan rumah, warung dan tempat usaha.

Untuk mengantisipasi keributan, Mudin berharap Badan Pertanahan Nasional (BPN) Manna segera menertibkan lahan perumahan dan tempat usaha yang diduga menyerobot tanah pemerintah. "Saya hanya kasihan kalau rumah-rumah warga itu nantinya dirobohkan atau digusur secara paksa, sedangkan warga sudah mengeluarkan modal besar untuk membangun rumah maupun warung dan tempat usaha lainnya dalam lahan tersebut," tutur Mudin.

Kepala Desa Pagar Dewa Zairin Mulyadi mengaku tidak pernah memberikan surat jual beli atau keterangan pinjam pakai kepada masyarakat, karena lahan itu sudah berada di bagian ujung landasan. "Setahu saya batas lapter II dengan tanah pemukiman milik warga pondasi plat diukur dari Sungai Air Sekunyit di Jalan Padang Panjang, lewat dari itu lapter II," ungkapnya.

Zairin mengemukakan, pihaknya tidak punya kewenangan mengusir atau menyuruh warga bekerja di arel tanah lapter II itu. "Akan tetapi, mereka tetap diingatkan untuk selalu siap bila digusur pemerintah karena batasnya sudah jelas ada patok merah," ujarnya.

Kepala BPN Manna, Medi Rosadi mengatakan pihaknya akan mengukur ulang bilamana diminta, namun dokumen luas dan status kepimilikan tanah lapter II itu tetap tercatat di BPN. "Sejauh ini tidak ada sertifikat ganda untuk lapter II, karena status kepemilikan sah dan kuat milik pemerintah," katanya.

Menurut Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkulu Selatan, Ir Junior Hafiz, lahan Lapter II di Padang Panjang sekarang juga sudah menjadi kebun kelapa sawit masyarakat. Mestinya para perambah itu sudah dingatkan agar tidak menanam tumbuhan tahunan karena lahan itu milik negara. Awalnya warga menanam palawija kemudian meningkat menanam kelapa sawit dan bahkan ada membuat warung dan tempat usaha lainnya.

Source : kompas

noreply@blogger.com (News Today) 03 Jul, 2011


--
Source: http://www.newsterupdate.com/2011/07/lapangan-terbang-tni-au-diserobot-warga.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar