Senin, 11 Juli 2011

Li Na Berusaha Tetap "Low Profile"

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
Beijing (News Today) - Li Na tak ingin sombong dengan apa yang sudah diraihnya pada tahun ini setelah menjuarai Perancis Terbuka bulan lalu. Meskipun sudah menjelma menjadi seorang bintang dan merupakan pahlawan orang Asia pada umumnya dan China pada khususnya, Li Na tetap ingin rendah hati.

Ya, Li Na menorehkan tinta emas dalam sejarah tenis Asia karena dia menjadi orang Asia pertama yang menjuarai sektor tunggal sebuah grand slam. Itu dibikinnya setelah mengalahkan juara bertahan asal Italia, Francesca Schiavone, pada partai final di Roland Garros.

"Sejak saya kembali, saya sudah berusaha yang terbaik untuk tidak pergi keluar jika saya bisa membantunya dan hanya tinggal di rumah," ujar Li Na, Selasa (5/7/2011). "Mungkin pengakuan orang tentang saya lebih hebat dan harapan mereka lebih tinggi, tetapi bagi saya, saya tidak ingin mengubah hidup saya."

Li Na berbicara itu pada perayaan yang diselenggarakan oleh asosiasi tenis putri di China. Namun, selain acara tersebut dan upacaya penyerahan uang yang dilakukan Provinsi Hubei, Li Na menolak semua permintaan karena dia ingin beristirahat.

Petenis berusia 29 tahun ini menjadi superstar China ketika dia menjuarai Perancis Terbuka. Sebelumnya, dia juga memberikan sinyal bakal mencapai puncak prestasi ketika menembus final Grand Slam Australia Terbuka awal 2011. Sayang, di Wimbledon yang baru selesai pekan lalu, perjalanan Li Na hanya sampai di babak kedua karena dijegal petenis Jerman, Sabine Lisicki.

Pada hari Selasa, puluhan penggemar berkerumun di sebuah panggung terbuka di alun-alun pusat perbelanjaan kota Beijing. Panggung itu dihiasi spanduk bertuliskan "Selamat, Sister Na!"

"Saya pikir Li Na mengagumkan! Sebagai sesama warga negara China, saya merasa sangat bangga dengan apa yang dia capai," ujar siswa sekolah dasar yang berusia 12 tahun, Dong Meng, yang melambaikan bendera China dengan gambar Li. Dong mengatakan, dia bermain tenis di sekolah dan kemenangan Li menjadi inspirasi baginya.

"Saya berharap bahwa dia akan terus bekerja keras dan meraih kemenangan. Saya juga ingin bermain tenis dengan hebat seperti dia," ujarnya.

Pada hari Senin, Li Na mendapat penghargaan dan hadiah uang tunai sebesar 600.000 yuan (94.000 dollar AS) dari Pemerintah Provinsi Hubei, yang merupakan tempat asalnya. Penghargaan itu diberikan setelah Li Na meraih gelar bergengsi di Paris. Demikian yang disampaikan agen berita resmi China, Xinhua.

Keberhasilan Li Na menaklukkan Schiavone disaksikan oleh 116 juta pemirsa lewat layar televisi. Ini merupakan rekor penonton tertinggi di China dalam menyaksikan sebuah siaran langsung pertandingan tenis.

Li Na sudah menjadi salah satu bintang olahraga terbesar di China. Dia sejajar dengan pebasket bertubuh jangkung, Yao Ming, yang bermain di kompetisi basket paling bergengsi, NBA. Asosiasi Tenis Wanita (WTA) berharap keberhasilan Li Na ini bisa memberikan dampak yang luas bagi perkembangan tenis di negeri China.

Source : kompas

noreply@blogger.com (News Today) 11 Jul, 2011


--
Source: http://www.newsterupdate.com/2011/07/li-na-berusaha-tetap-low-profile.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar