Rabu, 06 Juli 2011

Teman Ditilang, TNI Gadungan Menangis

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
Tak Mau ditilang, Liyadi, anggota TNI-AD gadungan merengek-rengek di hadapan Polisi Lalin di Pos Lantas Perempatan Jalan Balai Kota, Pasuruan.

Pasuruan, Indonesia (News Today) - Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Mungkin kalimat itu pantas diberikan untuk Liyadi (37), warga Desa Rejeni, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo. Ia harus berurusan dengan polisi setelah mengaku sebagai anggota TNI-AD saat melanggar rambu lalu lintas.

Liyadi pun merengek-rengek sambil menangis di kaki petugas saat petugas hendak membawanya Mapolreta Pasuruan, Rabu (6/7/2011). "Ampun, Pak. Ampun, Pak. Tolong, Pak, jangan bawa saya," minta Liyadi kepada petugas.

Kejadian lucu tersebut berawal saat rombongan Liyadi bersama kerabatnya ingin berlibur ke Gunung Bromo dengan mengendarai mobil Panther bernopol L 1099 FS. Sayangnya, saat melintas di perempatan Jalan Balai Kota, Husein (40), sang sopir, tidak melihat rambu lalu lintas dan terus melaju.

Tak lama kemudian, mobil pun dipinggirkan oleh dua petugas lalu lintas (lalin) yang berjaga. Selanjutnya, Husein dimintai keterangan di pos lantas yang berdekatan dengan perempatan. Tak terima temannya berlama-lama di pos lantas lantaran harus berurusan dengan polisi, Liyadi yang mengenakan kaus bertuliskan TNI AD akhirnya mendatangi temannya tersebut dengan gaya tegap, layaknya seorang anggota militer.

Dia pun meminta kepada petugas lalin untuk memproses lebih cepat. "Pak tolong dibantu ya, tidak usah berlama-lama," mintanya dengan gaya tegap.

Apesnya, saat petugas menanyakan balik kepemilikan tanda anggota TNI-AD, ternyata Liyadi yang sebelumnya berlagak gagah tersebut langsung cemas dan lemas. Karena curiga, petugas pun langsung menginterogasi Liyadi yang sebenarnya hanya sebagai seorang satpam pabrik di Sidoarjo, Jawa Timur.

"Beberapa kali ada pelanggar lalin yang kerap mengatasnamakan diri sebagai anggota militer. Seperti bapak satu ini yang inginnya tak mau ditilang dengan mengaku-aku sebagai anggota TNI," ucap Briptu Dodik, anggota Polantas Polresta Pasuruan.

Kini, atas perbuatannya, Liyadi pun harus digiring ke Mapolresta Pasuruan guna penyelidikan lebih lanjut. Sementara itu, Husein, sopir mobil Panther, tidak diamankan dan hanya dikenakan hukuman sesuai pelanggaran yang dilakukannya.

Source : kompas

noreply@blogger.com (News Today) 07 Jul, 2011


--
Source: http://www.newsterupdate.com/2011/07/teman-ditilang-tni-gadungan-menangis.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar