Sabtu, 02 Juli 2011

Yunani, Negara yang Frustrasi

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
Athena (News Today) - Untuk kedua kalinya parlemen Yunani menyetujui program pengurangan anggaran pemerintah, Kamis (30/6), Athena. Namun, warga menolak pengencangan ikat pinggang, dengan aksi-aksi huru-hara, yang membuat Yunani dijuluki sebagai negara frustrasi.

Persetujuan parlemen itu sesuai dengan persyaratan dari kreditor Yunani bahwa perampingan anggaran wajib dilakukan sebelum dana talangan tahap kelima sebesar 12 miliar euro dikucurkan oleh troika IMF, bank sentral Eropa (ECB), dan Uni Eropa.

Tahun lalu Yunani mendapatkan dana talangan 110 miliar dollar AS dari troika karena negara bangkrut. Namun, troika meminta Yunani mengurangi anggaran pemerintah, menaikkan pajak, dan menjual aset-aset negara untuk mengurangi utang negara Yunani yang sudah mencapai 340 miliar euro, belum termasuk dana talangan itu.

Sebanyak 151 suara dari 300 kursi parlemen menyetujui program itu. Akan tetapi, negara ini diperkirakan akan mengalami gangguan aktivitas ekonomi.

Pemerintahan yang kacau

Dari segi mandat parlemen, Perdana George Papandreou bisa lega. Pasar menyambut positif, demikian pula para pejabat dari troika kreditor. Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble mengatakan akan mendorong pengucuran dana talangan ke Yunani.

Jerman sebagai negara terkuat Uni Eropa berkepentingan pada stabilitas ekonomi Yunani, yang sama-sama menggunakan mata uang tunggal euro. Akan tetapi, pada hari-hari mendatang, Yunani diduga akan mengalami kekacauan. Rakyat tidak suka dengan peningkatan pajak dan penjualan aset-aset negara, termasuk perusahaan-perusahaan negara. Tindakan ini dianggap hanya menambah beban warga yang sudah berat.

Aksi-aksi garang warga, terutama para anggota serikat buruh, terus berlanjut dan tidak terhenti dalam setahun terakhir. Pentungan dan cegatan para polisi juga tidak berhasil menghentikan aksi-aksi mereka.

Elina Makri, seorang warga Athena, mengatakan ikut melakukan aksi protes karena tidak bisa menerima pengencangan ikat pinggang. Bagi Makri dan warga Yunani, yang berjumlah 11 juta, semua ini adalah akibat pemerintah yang korup dan tidak becus mengelola pemerintahan dan keuangan negara.

London lumpuh

Yunani tidak sendirian. Demi penyehatan anggaran pemerintah yang mengalami defisit selama bertahun-tahun, program perampingan anggaran juga dilakukan di berbagai negara Uni Eropa, termasuk Inggris.

Namun, hal ini juga mendapatkan perlawanan. Para guru dan pegawai transportasi publik mogok kerja dan membuat London lumpuh. Mereka memprotes pengurangan manfaat dana pensiunan. Aksi serupa juga terjadi di kita-kota lain di Inggris.

Source : kompas

noreply@blogger.com (News Today) 02 Jul, 2011


--
Source: http://www.newsterupdate.com/2011/07/yunani-negara-yang-frustrasi.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar