Senin, 11 Juli 2011

Ekspor Ikan, tetapi Anak Kurang Gizi

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
Tim dokter dari Perhimpunan Kerukunan Keluarga Mandar Sulawesi Barat memeriksa warga yang mengikuti pengobatan gratis di Kelurahan Takatidung, Polewali Mandar, Selasa (5/7/2011)

Polewali Mandar (News Today) - Lebih dari 1.000 warga mengikuti pengobatan gratis yang digelar Perhimpunan Kerukunan Keluarga Mandar Sulawesi Barat (KKMSB) bekerja sama dengan tim dokter di tiga lokasi di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, sejak Selasa (5/7/2011).

Kegiatan sosial ini diharapkan menjadi ajang kampanye penyadaran hidup sehat di tengah masyarakat, terutama kalangan warga miskin yang rentan terkena beragam penyakit. Selain di Kelurahan Takatidung, panitia juga membuka dua posko lainnya di desa Tonyamang dan Amola.

Warga yang memeriksakan diri mengeluhkan beragam penyakit, seperti flu, rematik, sesak napas, hingga anak gizi buruk. Biaya dan prosedur yang rumit rupanya menjadi alasan mereka enggan mengakses sarana kesehatan.

Sejumlah tim dokter yang turun tangan tampak kewalahan menangani antrean warga yang memeriksakan diri.

Sejumlah warga miskin mengaku menyempatkan diri membawa keluarga dan anak-anak mereka memeriksakan diri ke tim dokter karena tidak dipungut biaya apa pun.

Kegiatan sosial di Kelurahan Takatidung, misalnya, petugas menjaring sembilan bocah penderita gizi buruk. Dua di antarannya bernama Nisa (3) dan Lastri (18 bulan). Berat badan mereka di bawah normal dan pertumbuhan mereka tidak sesuai usia.

"Saya heran mereka hidup sebagai pengekspor ikan, tetapi banyak anak-anaknya menderita gizi buruk," ujar dr Alex, salah seorang dokter yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Alex menilai, ada yang salah dalam pelayanan kesehatan hingga warga yang hidup di daerah produsen protein justru menderita gizi buruk.

Koordinator Gizi Dinas Kesehatan Polewali Mandar Hajja Mudra SKM menyebutkan, semua bocah yang diyatakan gizi buruk sudah mendapat penanganan.

Namun, lanjut Mudra, untuk penyembuhan total diperlukan peran serta semua pihak, termasuk dinas sosial dan tenaga kerja karena kebanyakan anak-anak penderita gizi buruk berasal dari keluarga tidak mampu sehingga taraf hidup mereka juga perlu diperbaiki.

Kegiatan sosial akan digelar selama sepekan di sejumlah lokasi, terutama di wilayah pesisir pantai dan lokasi pegunungan yang relatif sulit mengakses layanan kesehatan.

Source : kompas

noreply@blogger.com (News Today) 12 Jul, 2011


--
Source: http://www.newsterupdate.com/2011/07/ekspor-ikan-tetapi-anak-kurang-gizi.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar