Selasa, 05 Juli 2011

Kvitova Ikut Jejak Sang Idola

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
London (News Today) - Petra Kvitova pantas bersukacita karena berhasil menjadi juara Wimbledon. Permainannya yang sangat konsisten membuat dia bisa menang straight set 6-3, 6-4 atas petenis cantik Rusia, Maria Sharapova, Sabtu (2/7/11).

Kvitova, yang sebelumnya tidak pernah memenangi sebuah pertandingan di lapangan rumput sebelum bisa menembus semifinal tahun lalu, tampil impresif. Servis yang keras dan pukulan yang bertenaga, menjadi modal terbaik pemain berusia 21 tahun tersebut untuk menjegal ambisi Sharapova meraih gelar kedua di All England Club, setelah menjadi juara pada 2004.

Alhasil, Kvitova pun tercatat sebagai petenis kidal ketiga yang bisa menjuarai Wimbledon, setelah Anne Jones dan pemain idolanya, Martina Navratilova. Dia juga menjadi petenis Republik Ceko pertama yang bisa juara di grand slam lapangan rumput ini, setelah Jana Novotna pada 1998.

"Saya sangat bahagia," ujar Kvitova yang berlinang air mata, usai pertandingan, sebelum memberikan ciuman jarak jauh kepada Novotna dan Navratilova, yang menyaksikan aksinya dari Royal Box. "Saya gugup, tetapi saya harus fokus di setiap poin."

Memang, Kvitova, yang mendapat sebutan ratu pembunuh, tampil agresif dalam pertandingan tersebut. Selain servis yang keras, groundstroke yang bertenaga dan tajam juga membuat Sharapova kesulitan mengimbanginya. Padahal menjelang partai final ini, Sharapova sangat diunggulkan karena sepanjang turnamen hingga akhirnya menembus final, unggulan kelima tersebut tidak pernah kehilangan set.

Namun semuanya itu menjadi tak berarti di final. Agresivitas Kvitova membuat Sharapova harus mengubur mimpinya untuk menambah koleksi trofi grand slam, setelah juara Wimbledon 2004, AS Terbuka 2006 dan Australia Terbuka 2008.

"Saya sangat senang bisa kembali di sini hanya sebagai runner-up, meskipun yang kuinginkan adalah lebih dari ini. Saya akan kembali lagi dan berharap suatu saat nanti bisa meraihnya lagi," ujar Sharapova, yang merupakan atlet wanita dengan bayaran tertinggi di dunia (iklan).

Source : kompas

noreply@blogger.com (News Today) 05 Jul, 2011


--
Source: http://www.newsterupdate.com/2011/07/kvitova-ikut-jejak-sang-idola.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar