Rabu, 06 Juli 2011

Ketidakadilan dalam Penerimaan Siswa Baru

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
Oleh Sudaryatmo*

(News Today) - Hari-hari terakhir ini sungguh melelahkan bagi orangtua. Setelah stres menghadapi ujian nasional, mereka kini dihadang dengan masalah baru berupa proses penerimaan siswa baru ke jenjang pendidikan berikutnya.

Pada penerimaan siswa baru jenjang pendidikan dasar (SD) relatif tak ada masalah sebab ada keseimbangan antara jumlah bangku dan jumlah pendaftar. Bahkan, di beberapa daerah sudah terjadi kekurangan murid sehingga beberapa sekolah harus bergabung dengan SD sekitarnya.

Tak demikian halnya dengan memasuki jenjang sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA). Dibutuhkan perjuangan keras untuk mendapatkan bangku SMP dan SMA. Di sini ada sejumlah soal.

Pertama, untuk tingkat SMP, sekolah negeri yang seluruh biayanya ditanggung pemerintah berjumlah sangat sedikit. Di Kota Bogor, misalnya, dari 144 sekolah SMP, hanya 19 yang negeri. Lainnya: SMP swasta 77 sekolah, madrasah tsanawiyah 31 sekolah, SMP luar biasa 8 sekolah, dan salafiah 9 sekolah....

Selanjutnya, baca Harian Kompas, 7 Juli 2011

*Sudaryatmo Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia

Source : kompas

noreply@blogger.com (News Today) 07 Jul, 2011


--
Source: http://www.newsterupdate.com/2011/07/ketidakadilan-dalam-penerimaan-siswa.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar