Selasa, 28 Juni 2011

Dali yang Nyeleneh 'Mampir' di Singapura

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
Patung melting clock, mahakarya seniman asal Spanyol, Salvador Felip Jacint Dal Domnech ini menyambut pengunjung sebelum pintu masuk pameran Dal, Mind of A Genius: The Exhibition di Museum ArtScience Museum, Marina Bay Sands, Singapura. Patung berukuran lebih dari 3 meter dan berat 4 ton ini dinamakan Dance of Time II.

(News Today) - CUMA Gala yang mengerti Dalí. Tanpa Gala, Dalí ibarat layangan liar di langit. Untung Dalí memiliki Gala. Cuma Gala yang mampu memahami dua sisi kepribadian Dalí yang bahkan tak disadarinya sendiri. Di satu sisi, dia pemalu. Di sisi lain, aneh dan nyeleneh. Nyaris gila, kata orang-orang.

Kalian pernah mengikuti kisah Alice in Wonderland? Salah satu hal menarik dari rangkaian kisah ini adalah jam yang seolah hampir meleleh atau melting clock. Salvador Felip Jacint Dalí Domènech, seniman nyentrik asal Spanyol, kemudian mengilustrasikannya dalam lukisan dan patung. Melting clock hanyalah salah satu bentuk 'kegilaan' Dalí.

"Dali punya dua kepribadian, yang satu pemalu, yang satu lagi weird. Oleh karena itu, dia menghasilkan karya-karya yang weird. Gala, istrinyalah yang banyak berperan dalam mengerti persoalan psikologisnya," ungkap kurator pameran Lisa MacDonald ketika memandu tur singkat di pameran karya Dalí di L 3 Upper Galleries Museum ArtScience di Marina Bay Sands, Singapura.

Hasil karyanya mencerminkan pikiran surealis abad 20 ala Dalí yang kadang membuat kita mengernyit, namun sesegera mungkin akan membuat kita tercengang. Asal tahu saja, surealis sendiri adalah sebuah aliran seni dan sastra yang mementingkan aspek bawah sadar manusia dan non-rasional dalam sebuah citra, seperti karya visual, puisi, dan film.

Maka siapkan diri Anda untuk menyelami pikiran Dalí melalui 250 karya seni yang dipamerkan dalam 'Dalí, Mind of A Genius: The Exhibition'. Di atas lahan seluas 1.500 meter persegi ini, berbagai lukisan, patung, mebel berbau surealistik, kolase, emas dan foto-foto Dalí dibagi dalam tiga wilayah menurut tema masing-masing, yaitu Feminity and Sensuality, Religion and Mythology, serta Dreams and Fantasy.

Melting clock diwujudkan Dalí untuk pertama kalinya melalui lukisan berjudul Persistence of Memory yang kemudian menjadi legendaris pada tahun 1931. Lukisan ini konon dipengaruhi oleh pemikiran ilmuwan Albert Einstein tentang konsep relativitas. Di atas bidang datar, Dalí melukiskan tiga buah jam yang nyaris meleleh di atas ranting, balok dan sesuatu yang ganjil berwarna putih. Dalí mewarnai latar belakangnya dengan bukit tandus, dataran sunyi yang gelap serta laut.

Dali berpendapat, waktu tidak kaku dan terbatas. Melalui Persistence of Memory, Dalí mencoba mengingatkan hubungan relativitas waktu dan memori. Kenangan lalu bisa ditarik ulur ke kekinian, namun tak bisa diraih.

Meski hanya salah satu ciri Dalí, melting clock hampir dijumpai dalam banyak lukisan dan patung-patung karyanya di tiga wilayah ini. Begitu memasuki ruang pameran, misalnya, pengunjung akan langsung disambut melting clock berukuran lebih 3 meter yang dinamakan 'Dance of Time II'. Beratnya lebih dari empat ton. Unsur melting clock juga terdapat dalam patung yang dinamakan 'Space Venus'.

Patung ini berbentuk tubuh perempuan yang terpotong di bagian pinggang. Di atas potongan tersebut, Dalí meletakkan 'telur' yang melambangkan cikal bakal kehidupan, serta semut yang melambangkan napsu dan keinginan seksual. Sementara di bagian leher yang dipotong, keberadaan melting clock menunjukkan karakteristiknya yang melekat pada seorang perempuan.

Wilayah bertema Feminity and Sensuality yang juga memajang karya-karya semacam Homage to Fashion, Woman of Time, dan Antrophormophic Cabinet memang menunjukkan ketidaknyamanan dan ketakutan Dalí terkait perempuan dan seksualitas pada awalnya karena ketidaksadaran akan keinginan seksual yang sangat menekan. Namun, Gala menolongnya keluar dari tekanan psikologis itu hingga Dalí memandang istrinya itu sebagai representasi perempuan yang ideal.

Wilayah berikutnya menunjukkan bergolaknya emosi Dalí terhadap imannya karena dipengaruhi ayah yang ateis dan ibu yang saleh. Meski demikian, Dalí masih sempat membuat karya-karya berbau kisah-kisah, seperti Adam and Eve, Snail and the Angel serta Vision of the Angel. Hingga kemudian, Dalí menolak imannya dan menghasilkan karya-karya yang dianggap najis.

Duduk di Atas Bibirmu

Wilayah ketiga pameran karya Dali bertajuk Dreams and Fantasy. Di area ini dipamerkan karya-karya kontemporer Dalí, seperti Alice in Wonderland, Persistence of Memory, Dance of Time I, Glasswork dan Venus with Drawers. Terdapat pula, sejumlah foto-foto pribadi Dalí.

Satu lagi pemandangan mencengangkan di wilayah ini adalah desain furnitur surealistik. Sejumlah mebel, seperti kursi, meja bundar kecil atau meja berkaki empat serta lemari kecil dipajang pada dinding yang miring dengan beralaskan karpet merah. Perlengkapan mebel ini justru dipajang di bagian atas dinding ke arah atap.

Bagian menariknya adalah sofa berbentuk bibir. Menurut Lisa, sofa yang dinamakan Mae West Lips Sofa ini dirancang oleh Dalí sendiri ketika terinspirasi oleh bibir sensual milik aktris berkebangsaan Amerika Serikat, Mae West. Dalí ingin mewujudkan suatu gambaran di dalam sebuah obyek. Pertama kalinya, sofa berbentuk bibir ini dibuat pada tahun 1936 di bawah pengawasan langsung Dalí. Bahannya yang berwarna 'shocking pink' disediakan oleh perancang mode terkenal dari Italia, Elsa Schiapparelli.

Bagian akhir area pameran menunjukkan Dalí tidak mau dibunuh zaman. Dalí tetap eksis dengan menyesuaikan perkembangan seni modern. Tentu saja dengan tetap surealis yang akan membuat Anda berpikir dan merenung. Penasaran menyelami pikiran jenius Dalí? Pameran ini masih akan berlangsung di Marina Bay Sands, Singapura hingga 30 Oktober 2011.

Source : kompas

noreply@blogger.com (News Today) 29 Jun, 2011


--
Source: http://www.newsterupdate.com/2011/06/dali-yang-nyeleneh-mampir-di-singapura.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar