Senin, 27 Juni 2011

Popularitas SBY Merosot, Demokrat Introspeksi

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
Jakarta, Indonesia (News Today) - Partai Demokrat akan melakukan introspeksi terkait hasil penelitian Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang menunjukkan merosotnya kepuasan publik terhadap kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat.

Survei terhadap kepuasan publik pada bulan Juni 2011 tercatat turun sekitar 9,5 persen dibandingkan survei pada Juni 2011. Peneliti senior LSI Sunarto Tjiptohardjono mengatakan, survei LSI pada Januari 2011 menunjukkan, kepuasan publik terhadap kinerja SBY masih di angka 56,7 persen. Sementara itu, pada bulan Juni 2011 turun ke angka 47,2 persen.

"Kami percaya dengan polling. Kamu tahu lembaga polling seperti LSI profesional. Jadi, bagi kami, turunnya (kepemimpinan Presiden SBY) ini jadi pembelajaran dan introspeksi," kata Ketua Departemen Komunikasi dan Informatika Partai Demokrat Ruhut Poltak Sitompul di Jakarta, Minggu (26/6/2011).

Ruhut optimistis, hal tersebut masih dapat diperbaiki. Pasalnya, Partai Demokrat masih memiliki waktu sekitar 3,5 tahun menuju Pemilu 2014 untuk melakukan konsolidasi. Ruhut, yang juga anggota Komisi III DPR RI ini mengatakan, pada pemilu lalu, popularitas Presiden pernah turun. Namun, setelah melakukan konsolidasi, popularitas Presiden, dapat terkerek naik.

Selama 3,5 tahun ke depan, sambung dia, Partai Demokrat akan konsisten "menjual" upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi di Indonesia. Maka itu, partai pemenang pemilu ini dikatakan akan melakukan "cuci gudang" terhadap kader yang terlibat dalam kasus hukum.

Melihat hasil survei, Sunarto mengatakan, ketidakpuasan publik terhadap kepemimpinan Presiden tercermin di aspek-aspek ekonomi, politik, penegakan hukum, hingga keamanan pada periode Januari 2010-Juni 2011.

Publik menilai tak ada kemajuan dalam aspek ekonomi. Puncaknya, pada September 2010 lalu, yaitu 37,1 persen publik menilai keadaan ekonomi nasional buruk dan sangat buruk. Di Juni 2011, kondisinya masih tak terlalu berubah, yaitu 35,7 persen publik kecewa dengan kondisi ekonomi nasional.

Begitu pula penilaian publik terhadap keadaan politik dan penegakan hukum nasional di Indonesia. Kekecewaan publik terhadap aspek ekonomi dan hukum di bawah kepemimpinan SBY cukup konsisten.

Sunarto mengatakan, kepuasan publik atas kinerja SBY merosot tajam di tengah-tengah publik yang hidup di perkotaan dan mereka yang berpendidikan tinggi. Survei dilakukan pada tanggal 1-7 Juni 2011 kepada 1.200 responden di 33 provinsi. Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka dengan margin of error sekitar 2,9 persen.

Source : kompas

noreply@blogger.com (News Today) 27 Jun, 2011


--
Source: http://www.newsterupdate.com/2011/06/popularitas-sby-merosot-demokrat.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar