Minggu, 26 Juni 2011

MRT Bukanlah Jalan Terbaik

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
Jakarta, Indonesia (News Today) - Solusi pengadaan angkutan massal mass rapid transit (MRT) untuk mengatasi masalah kemacetan Jakarta bukanlah jalan terbaik. Demikian disampaikan pakar kebijakan publik dari Universitas Harvard, Amerika Serikat, Tony Ibanez.

"Biaya pembangunan MRT itu mahal, satu kilometer Rp 1 triliun, tetapi hanya mampu melayani sedikit dari demand yang ada. Target penumpang MRT itu 200.000-300.000 orang per hari, sementara pada tahun 2012 ada 37 juta perjalanan setiap hari di Jakarta. MRT hanya bisa melayani 1 persen saja," ujarnya, saat acara media gathering Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Kantor Pusat Pelestarian, Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (23/6/2011).

Tony lebih mendukung langkah revitalisasi busway tansjakarta, yang lebih pas untuk karakter kota dengan luas wilayah dan penduduk yang padat seperti Jakarta. "Sayangnya, saat ini transjakarta masih beroperasi di bawah kemampuan sesungguhnya. Masalah ini sebenarnya mudah diatasi, seperti salah satunya menambah SPBG (stasiun pengisian bahan bakar gas) untuk transjakarta," katanya.

Lebih lanjut Tony mengatakan, solusi yang paling baik untuk permasalahan mengatasi kemacetan adalah adanya perbaikan dan peningkatan infrastruktur yang sudah ada. "Memperbaiki infrastruktur yang sudah ada dan meningkatkan efisiensi adalah jalan yang paling baik," katanya.

Source : kompas

noreply@blogger.com (News Today) 27 Jun, 2011


--
Source: http://www.newsterupdate.com/2011/06/mrt-bukanlah-jalan-terbaik.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar