Rabu, 29 Juni 2011

Ini Peringatan untuk SBY-Boediono

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
Simpatisan membawa poster pasangan calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan calon wakil presiden Boediono saat berlangsung kampanye terbuka pasangan SBY-Boediono di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (4/7/2009).

Jakarta, Indonesia (News Today) - Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) merupakan peringatan kepada pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono untuk membenahi kinerjanya. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua DPR Pramono Anung di Gedung DPR, Senin (27/6/2011).

Apa alasannya menyebutkan ini peringatan? "Ini sebenarnya warning bagi kredibilitas pemerintahan SBY-Boediono karena ini survei terendah yang pernah ada ketika sedang tidak menaikkan apa-apa. Berbeda ketika tahun 2008, menaikkan BBM pada waktu itu. Memang sempat turun, tapi tidak sampai di bawah 50 persen," katanya.

Hasil survei ini, lanjut Pramono, tampak seperti anomali. Karena ketika kondisi makroekonomi Indonesia sedang baik, penilaian publik terhadap kinerja pemerintahan SBY-Boediono menurun sampai 47,2 persen. Oleh karena itu, politisi PDI-P ini menilai ada persoalan lain menyangkut kredibilitas pemerintahan.

"Jadi ini warning yang harus diperhatikan pemerintah, terutama Presiden SBY, bagaimana memperbaiki kinerja," tambahnya.

Pramono mencontohkan kebijakan pemerintah yang kerap membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus setiap ada persoalan, misalnya ketika persoalan tenaga kerja Indonesia (TKI) muncul. Menurut Pramono, kerja Satgas justru kontraproduktif dan tumpang tindih dengan lembaga atau badan lain yang sebenarnya bertanggung jawab terhadap persoalan tersebut.

"Misalnya kenapa urusan TKI itu tidak diserahkan saja ke Mennakertrans dan BNP2TKI untuk bertanggung jawab. Kalau memang tidak bisa selesai, ya sudah, menterinya atau kepala BNP2TKI-nya yang paling bertanggung jawab. Gitu lho.... Nah, karena banyak persoalan yang tak terselesaikan, inilah mungkin yang menjadi penyebab kepercayaan publik mengalami penurunan. Itu kan merata, termasuk pemilih Demokrat, enggak hanya pemilih PDI¬P," tandasnya.

Seperti diberitakan, survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) mendapatkan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintaha Presiden Yudhoyono merosot. Survei terhadap kepuasan publik pada Juni 2011 turun sekitar 9,5 persen dibandingkan hasil survei pada Juni 2010. Ketidakpuasan publik tecermin pada aspek-aspek ekonomi, politik, penegakan hukum, hingga keamanan pada periode Januari 2010-Juni 2011.

Source : kompas

noreply@blogger.com (News Today) 29 Jun, 2011


--
Source: http://www.newsterupdate.com/2011/06/ini-peringatan-untuk-sby-boediono.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar