Kamis, 16 Juni 2011

JK: Beli Pesawat Dicicil Saja...

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Ani bertolak menuju Swiss dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (13/6/2011) pukul 08.00 WIB menggunakan pesawat khusus kepresidenan Airbus 330-300 milik Garuda.

Jakarta, Indonesia (News Today) - Sejumlah kalangan mempertanyakan rencana pembelian pesawat kepresidenan yang dinilai boros karena harga pesawat mencapai miliaran rupiah. Hal itu terasa lebih karena pembelian dilaksanakan di tengah kondisi ekonomi rakyat yang tak juga mengalami perubahan.

Menanggapi hal tersebut, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, jika pemerintah berniat membeli pesawat khusus untuk kepresidenan, maka hal itu sebaiknya dengan cara mencicil. "Sebenarnya pemerintah itu wajar-wajar saja. Mau pakai Garuda atau pesawat apa pun, ongkos sama saja. (Kalau mahal) kan bisa dicicil," ujar Kalla di Jakarta, Selasa (14/6/2011).

Ketika ditanya mengenai dukungannya dalam pembelian pesawat itu, Kalla mengakui bahwa pembelian itu wajar. Hal tersebut seharusnya dapat dipahami bahwa suatu negara sudah seharusnya mempunyai pesawat kepresidenan.

Kalla pun menilai justru akan lebih mahal menyewa pesawat, terutama Garuda. "Bukan soal mendukung. Saya tidak punya hak mendukung. Namun, dapat dipahami jika suatu negara besar bisa mempunyai pesawat kepresidenan. Kalau Garuda, sewa lebih mahal lagi. Miliaran. Ke Eropa itu bisa 1 juta dollar AS, bisa lebih," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi mengatakan bahwa pembelian pesawat Boeing seri 737-800 NG sebagai pesawat kepresidenan akan segera dilakukan.

Menurut Sudi, setelah bernegosiasi dengan Boeing, pesawat tersebut mendapatkan potongan dari harga awal 67 juta dollar AS menjadi 58 juta dollar AS atau setara Rp 494 miliar. Dia mengatakan bahwa saat ini anggaran sebesar Rp 200 miliar juga telah dialokasikan dalam APBN sebagai uang muka untuk pembelian pesawat yang rencananya akan dioperasikan pada 2013 tersebut.

Source : kompas

noreply@blogger.com (News Today) 17 Jun, 2011


--
Source: http://www.newsterupdate.com/2011/06/jk-beli-pesawat-dicicil-saja.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar