Minggu, 19 Juni 2011

Obesitas, Anak Rawan Penyakit

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
(News Today) - Anak-anak yang kegemukan atau memiliki berat badan yang sangat berlebih (obesitas) terancam berbagai penyakit kronis, seperti diabetes melitus, penyakit kardiovaskular, henti napas saat tidur, osteoartritis, hingga gangguan pubertas pada anak perempuan.Saat ini, diperkirakan ada 300 juta orang di dunia yang menderita obesitas. Jumlah ini setara dengan jumlah penduduk yang kelaparan. Di Amerika Serikat, menurut data tahun 2003, anak yang obesitas sudah mencapai 15 persen penduduk. Sementara itu, di Tanah Air, menurut Riskesdas 2010 terdapat 14 persen anak usia 0-5 tahun yang kegemukan."Baik obesitas maupun kegemukan bukan masalah estetika atau penampilan. Namun, ini adalah penyakit. Meski tidak ada data secara nasional, tetapi obesitas sudah menjadi pandemi di Indonesia," kata dr Aman Bhakti Pulingan, SpA, ahli endokrinologi anak dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.Ia menjelaskan, obesitas kini sudah dikategorikan sebagai penyakit oleh para ahli dari seluruh dunia. "Kegemukan juga menjadi masalah ekonomi karena berkaitan dengan biaya kesehatan negara," katanya dalam acara konferensi pers Cermati Asupan Gula Berlebih pada Susu Anak, Rabu (15/6/2011) di Jakarta.Orangtua yang memiliki anak obesitas disarankan untuk mulai mengambil langkah menurunkan berat badan anak agar anak terhindar dari risiko penyakit."Kembalikan anak pada pola hidup sehat. Asupan kalorinya tidak boleh lebih dari 1.600 per hari, perbanyak aktivitas fisik, dan cermati komponen makannya," imbuhnya.Penelitian menunjukkan, 1 dari 6 remaja gemuk menderita pra-diabetes, suatu keadaan ketika toleransi terhadap glukosa terganggu. "Jika diintervensi dengan pola makan yang benar selama 20 bulan, maka anak bisa terhindar dari diabetes. Ingat! Sekali diabetes, seumur hidup anak akan diabetes," katanya.Ia juga menganjurkan agar anak yang kegemukan atau orangtuanya menderita diabetes sebaiknya melakukan pemeriksaan gula darah. "Anak usia 10 tahun sudah disarankan untuk melakukan check up. Namun jika punya faktor risiko, sebaiknya jangan menunda pemeriksaan sampai anak remaja," katanya.
Source : kompas

noreply@blogger.com (News Today) 20 Jun, 2011


--
Source: http://www.newsterupdate.com/2011/06/obesitas-anak-rawan-penyakit.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar