Rabu, 15 Juni 2011

RS Tak Profesional, Bayi Pun Tertukar

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
Magelang, Indonesia (News Today) - Kasus dugaan tertukarnya seorang bayi yang terjadi di RSUD Muntilan, Magelang, Jawa Tengah, dipandang sebagai bukti bahwa petugas rumah sakit tidak bekerja secara profesional.

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Magelang Mashari menyatakan, seharusnya ada komunikasi antara petugas yang membantu proses kelahiran dan petugas pencatat surat kelahiran.

"Kejadian ini bukti bahwa petugas tidak cermat dan tidak profesional. Kalaupun benar kasus itu hanya kesalahan administrasi, dalam penulisan status jenis kelamin, tetap sebuah kelalaian, apalagi cuma bayi itu yang lahir malam itu," ujar Mashari, Rabu (15/6/2011).

Menurutnya, orangtua si bayi pasti akan bertanya-tanya apakah benar bayi perempuan itu adalah darah daging mereka. Satu-satunya cara untuk memastikan kebenarannya adalah dengan tes DNA. Oleh karena itu, pihaknya mendesak pihak RSUD untuk memfasilitasi dan membiayai tes DNA tersebut.

"Direktur rumah sakit itu harus membuktikan dengan tes DNA. Cocok tidak darahnya antara si bayi dan orangtua yang meragukan bayi itu benar-benar anak mereka. Dan sudah seharusnya biaya tes DNA itu ditanggung oleh rumah sakit," tandasnya.

Selain itu, pihaknya juga meminta rumah sakit meningkatkan profesionalitas kerja para petugasnya. Terutama perawat yang bekerja membantu proses kelahiran, mencatat data bayi pada surat kelahiran, dan perawat di inkubator.

Seperti diberitakan, seorang bayi anak pasangan Afid (26) dan Atun (21), warga Dusun Randugunting, Desa Blondo, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, diduga tertukar dengan bayi lain setelah dilahirkan di RSUD Muntilan.

Bayi yang kemudian diberi nama Alfina Nur Idatun itu lahir pada Jumat (20/5/2011), sekitar pukul 23.45 WIB. Pasutri itu merasa sang bayi berjenis kelamin laki-laki dan telah dibuktikan dengan surat keterangan kelahiran oleh pihak rumah sakit, tetapi ketika tiba di rumah "berubah" menjadi perempuan.

Direktur RSUD Muntilan Sasongko mengakui bahwa telah terjadi kesalahan administrasi dalam penulisan jenis kelamin anak pasangan itu. Dia beralasan petugas medis yang membantu proses kelahiran dan petugas administrasi pencatat data bayi berbeda.

Source : kompas

noreply@blogger.com (News Today) 15 Jun, 2011


--
Source: http://www.newsterupdate.com/2011/06/rs-tak-profesional-bayi-pun-tertukar.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar