Jumat, 17 Juni 2011

Sapi Suka Bikin Heboh

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
Ratusan makelar sapi dari sejumlah daerah di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta memadati Pasar Sapi Munggi, Gunung Kidul, DI Yogyakarta, pertengahan Agustus 2010.

(News Today) - URUSAN dagang sapi memang suka bikin heboh. Apalagi sejak televisi Australia menayangkan rekaman investigasi sebuah organisasi nonpemerintah, tentang penyembelihan sapi yang dinilai tidak berperikehewanan di sejumlah rumah potong hewan di Indonesia.

Eksportir sapi mengancam menghentikan pengiriman ke Indonesia. Sementara di Indonesia, berbagai pihak mulai peternak kecil sampai Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan bersyukur dengan moratorium ekspor sapi Australia, yang memberi harapan baru bagi upaya swasembada daging nasional.

Saat ditanya wartawan soal polemik sapi ini seusai pertemuan teknis Bantuan untuk Perdagangan kawasan Asia di Jakarta, Selasa (14/6/2011), Direktur Jenderal Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), Pascal Lamy, menjawab dengan bijak. Dia mengatakan, polemik penyembelihan sapi Indonesia dan Australia harus dibicarakan bilateral. Negara produsen punya hak melarang ekspor, jika ada sesuatu hal yang membahayakan masyarakat sepanjang ada bukti kuat atas dugaan itu.

"Tetapi harus proporsional dan melihat kondisi setempat. Prinsip dasar penanganan kasus seperti ini di WTO adalah, mendiskusikannya secara bilateral," ujar Lamy.

Adapun Menteri Perdagangan, Mari Elka Pangestu, mengatakan, Indonesia telah memiliki standar halal yang sudah memasukkan prinsip kesejahteraan hewan. Mari mengulang soal halal ini sampai beberapa kali untuk menegaskan komitmen pemerintah.

"Kami yakin, hanya sedikit rumah potong hewan yang melakukan apa yang dituduhkan. Masih lebih banyak rumah potong hewan yang memenuhi standar dan kami sedang mendata mereka," ujarnya.

Source : kompas

noreply@blogger.com (News Today) 18 Jun, 2011


--
Source: http://www.newsterupdate.com/2011/06/sapi-suka-bikin-heboh.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar