Sabtu, 28 Mei 2011

'Bupati NII' Wilayah Demak Masih Cari 'Mangsa'

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
MH mantan senior NII wilayah Demak, memberikan keterangan kepada wartawan di Demak, Selasa (24/5/2011).

Demak (News Today) - Jaringan Negara Islam Indonesia di Kabupaten Demak ada sejak tahun 2005. Keberadaan jaringan yang kini memiliki puluhan anggota tersebut sampai sekarang masih tetap ada dan terus melakukan perekrutan anggota baru.

Bahkan, mereka juga telah membentuk pemerintahan baru versi NII. Sistem pemerintahannya sama dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia, mulai dari RT hingga camat, yang dipimpin oleh seorang bupati.

Salah satu mantan anggota NII, Miftahul Huda (23), warga Demak, kota yang masuk NII pada tahun 2005, mengakui bahwa ia adalah anggota NII yang paling senior untuk wilayah Demak.

Pria yang keluar dari NII tahun 2006 dan kini menjadi guru SMP itu menjelaskan, selama bergabung menjadi anggota NII, sudah banyak yang berhasil direkrut, termasuk Bupati NII Wilayah Demak Ahmad Murodi.

Kini bupati tandingan NKRI itu terus mencari anggota baru untuk diajak hijrah dari NKRI ke NII. Meski menjadi teman akrab, keberadaan Murodi sulit terdeteksi karena sering berpindah tempat.

Pihak keluarga "si Bupati" juga tidak mengetahui keberadaan anaknya itu. Miftahul merasa berdosa telah mengajak Murodi bergabung ke NII, apalagi doktrin yang diperoleh dari para senior NII telah meracuni jalan pikiran Murodi. Hasilnya, lelaki itu tidak mempan dibujuk untuk kembali ke jalan yang benar.

"Kalau saya ajak kembali ke NKRI, ujung-ujungnya mengajak berantem," kata Miftahul. Ia menambahkan, jaringan NII mempunyai tujuan menghapus Pancasila dan UUD 1945 untuk diganti seturut aturan Al Quran.

Selain itu, agenda besar mereka adalah merebut NKRI. Mereka sudah mempersiapkan diri terjun ke panggung politik dan menyiapkan kadernya sebagai calonan presiden mendatang.

Dalam menjalankan aksinya, para anggota NII merekrut anggota baru dengan jaringan yang sangat rapi. Kebanyakan yang direkrut menjadi anggota adalah mahasiswa, terutama mahasiswa yang memiliki banyak masalah sehingga mudah dipengaruhi.

Untuk mendanai kegiatan mereka, anggotanya wajib menyerahkan uang yang diperoleh dengan cara meminta sumbangan kepada warga dengan kotak jariyah yang diedarkan keliling. "Seperti pengemis saja, Mas, meminta uang sana-sini, itu yang membuat saya tersadar dan keluar dari NII," pungkas Miftahul.

Source : kompas

noreply@blogger.com (News Today) 28 May, 2011


--
Source: http://www.newsterupdate.com/2011/05/bupati-nii-wilayah-demak-masih-cari.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar