Sabtu, 28 Mei 2011

Saat PMS, Kurangi Konsumsi Gula

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
(News Today) - Mendekati menstruasi biasanya wanita akan mengalami berbagai gejala PMS (pre-menstruation syndrome) yang berkaitan dengan perubahan hormon. Salah satunya adalah bertambahnya nafsu makan sehingga berat badan akan bertambah 1-2 kg selama datang bulan.

Lonjakan nafsu makan ini terjadi karena perubahan hormon estrogen dan progesteron serta berkurangnya kadar zat kimia serotonin di otak. Perubahan ini akan berpengaruh terhadap mood dan memicu gejala-gejala PMS tadi.

Penelitian menunjukkan, saat PMS pada umumnya perempuan mengonsumsi 200-500 kalori lebih banyak dalam sehari. Penambahan kalori itu terutama berasal dari lemak, karbohidrat, dan makanan manis.

Makanan manis memang bisa meningkatkan produksi serotonin, namun hal ini tentu akan mengancam diet Anda. Sebagai gantinya, konsumsi sumber serat, seperti buah dan sayuran, serta makanan yang mengandung serelia utuh (whole grain).

Roti dan sereal yang mengandung serelia utuh termasuk dalam sumber vitamin B. Penelitian menemukan perempuan yang memiliki kadar thiamin (vitamin B1) dan riboflavin (vitamin B2) biasanya gejala PMS-nya bisa dikurangi. Akan tetapi, hal ini hanya terjadi jika vitamin B dipenuhi dari makanan, bukan suplemen.

Source : kompas

noreply@blogger.com (News Today) 29 May, 2011


--
Source: http://www.newsterupdate.com/2011/05/saat-pms-kurangi-konsumsi-gula.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar