Kamis, 16 Juni 2011

Dali Tahir: Ini Kesempatan Terakhir dari FIFA

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
Ketua Komisi Normalisasi PSSI, Agum Gumelar (kiri) bertugas untuk pertama kalinya di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Rabu (6/4/2011). KN juga menggelar rapat yang mengulas segala permasalahan yang melilit tubuh PSSI, dan tentang pelaksanaan Kongres PSSI yang berubah jadwal menjadi 20 Mei.

Jakarta, Indonesia (News Today) - Salah satu anggota Komite Etik FIFA asal Indonesia, Dali Tahir mengatakan, Kongres Luar Biasa PSSI, 9 Juli nanti, akan menjadi kesempatan terakhir dari FIFA untuk PSSI memilih pengurus barunya. "FIFA sekarang punya prinsip zero tolerance, apalagi setelah (Presiden) Sepp Blatter kembali terpilih. Kali ini dia tak akan pandang bulu. Kalau 208 anggota FIFA bisa dikenai sanksi, jadi kenapa Indonesia tidak? Ini adalah kesempatan terakhir," kata Tahir di kantor PSSI, Senin (13/6/ 2011).

"FIFA sudah memberi deadline pada (11) Juli. Kalau Kongres tidak berjalan sukses, yah diberi sanksi. Apakah sanksi itu menguntungkan atau merugikan, terserah," sambungnya.

Menurut Tahir, dengan sikap FIFA yang sudah zero tolerance, maka lobi apa pun yang akan dilakukan oleh beberapa pihak akan sia-sia. Termasuk niatan mayoritas pemilik suara (Kelompok 78) yang ingin bertemu FIFA agar Goerge Toisutta dan Arifin Panigoro bisa diberi izin maju sebagai pasangan calon Ketua Umum dan Wakil Ketua PSSI.

"FIFA sekarang posisinya zero tolerance, jadi silahkan saja mereka kirim utusan sampai 20 orang. Mereka memang akan diterima FIFA, berbicara dengan FIFA, tapi tidak akan menghasilkan apa-apa. Karena FIFA telah menyerahkan ke KN. Jadi apa gunanya melarang-larang tugas Komite Normalisasi (sebagai pelaksana mandat FIFA)," ujar Tahir.

"Jangan kita mempermalukan diri sendiri dengan tetap mengusung calon yang ditolak FIFA. Ini adalah keputusan FIFA. Jadi tidak ada oknum ini atau itu. FIFA bukan organisasi yang kacangan begitu," tambah Tahir.

Source : kompas

noreply@blogger.com (News Today) 17 Jun, 2011


--
Source: http://www.newsterupdate.com/2011/06/dali-tahir-ini-kesempatan-terakhir-dari.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar