Sabtu, 18 Juni 2011

DPR: Kaji Penurunan Margin Usaha PLN

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
Jakarta, Indonesia (News Today) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral diminta mengkaji dampak finansial bagi PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) jika margin usaha perseroan itu untuk investasi diturunkan menjadi tujuh persen untuk Rancangan APBN 2012. Saat ini margin usaha PLN untuk investasi sebesar delapan persen.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Effendi Simbolon, dalam rapat kerja Komisi VII DPR RI dengan Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh dan jajarannya, pada Selasa (14/6/2011) malam, di Gedung MPR/DPR, Jakarta.

Komisi VII DPR RI menyatakan, perlu ada kajian dampak margin usaha bagi PT PLN sebesar 7 persen terhadap besaran investasi dan upaya untuk menekan angka susut jaringan. "Dari keterangan PLN, ternyata tidak semua margin usaha digunakan untuk investasi. PLN justru menggunakannya untuk setoran dividen Rp 4 triliun," kata dia.

Dalam raker tersebut, Darwin menyepakati rencana penurunan margin usaha PLN untuk investasi dari 8 persen yang diusulkan menjadi 7 persen, dan akan melaksanakan kajian mendalam bersama dengan pihak terkait untuk mengetahui dampak penurunan margin usaha tersebut terhadap kinerja operasional perusahaan negara itu.

Semula Kementerian ESDM menjelaskan, dengan margin 8 persen pada tahun 2012 maka akan diperoleh penarikan pinjaman Rp 60,48 triliun, yang akan digunakan untuk mendanai kegiatan investasi untuk pembangunan tahun 2013. Sebagian dari investasi itu untuk pembangunan di bidang transmisi, distribusi dan gardu induk.

Dengan rincian, penambahan kapasitas pembangkit Rp 36,46 triliun, transmisi dan gardu induk Rp 13,42 triliun, distribusi Rp 10,6 triliun, melistriki rumah tangga 2,5 juta, dan melayani kebutuhan listrik untuk industri atau bisnis 1.600 MVA.

"Dengan program pembangunan itu maka akan diperoleh dampak pertumbuhan listrik 9 persen sehingga bisa menopang pertumbuhan ekonomi 6,5 persen, dan rasio elektrifikasi meningkat menjadi 75 persen," ujarnya

Source : kompas

noreply@blogger.com (News Today) 18 Jun, 2011


--
Source: http://www.newsterupdate.com/2011/06/dpr-kaji-penurunan-margin-usaha-pln.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar