Selasa, 07 Juni 2011

Gelombang Tinggi, Nelayan Tak Melaut

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
Banyuwangi, Indonesia (News Today) - Nelayan di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, memilih tak melaut untuk sementara, karena gelombang terlalu tinggi dan membahayakan mereka. Minimnya ikan yang didapatkan juga menjadi salah satu alasan mereka tidak melaut.

Hingga Minggu (5/6/2011) sebagian besar nelayan di Muncar memilih menambatkan perahu mereka di dermaga. Kondisi cuaca yang mudah berubah, membuat mereka urung untuk melaut karena dinilai berbahaya.

Aktivitas mengangkut ikan atau pun mempersiapkan bahan bakar untuk melaut, tidak terlihat sejak pagi hingga menjelang siang. Sebagian nelayan memilih membersihkan kapal atau memperbaiki jaring.

Munardi (35) , nelayan Muncar mengatakan, kondisi laut di selat Bali masih tenang, tetapi di pantai selatan dan utara seputar Banyuwangi ombak mengganas. Informasi yang dia peroleh, gelombang di pantai selatan bisa mencapai dua meter, padahal dua hari sebelumnya kondisi laut masih tenang.

Menurut Munardi, perahu slereg milik nelayan biasa berkeliling Selat Bali hingga ke laut utara atau selatan Bali. Karena itu, meskipun kondisi di selat bali aman, para nelayan memilih tak melaut mengingat kondisi laut disekitarnya sedang mengganas.

"Kalaupun melaut hanya di seputaran selat Bali. Tetapi di selat Bali biasanya susah mendapatkan tangkapan ikan, sehinngga memilih libur saja," kata Munardi.

Subakir (45) , nelayan lain, mengatakan, kondisi laut susah ditebak. Biasanya musim ombak besar hanya terjadi pada akhir tahun dan awal tahun, namun kini pertengahan tahun pun masih terjadi ombak besar.

Akibat buruknya kondisi laut, pasokan ikan di Muncar kian berkurang. Beberapa daerah penghasil ikan seperti Pasuruan pun tak lagi mengirim ikan dua hari terakhir. Kurangnya pasokan ikan itu menurut Suhadi (50), perajin ikan asin, membuat usahanya tutup untuk sementara waktu.

Selama ini perajin ikan asin seperti Suhadi, mengandalkan pasokan ikan dari daerah-daerah perikanan seperti Pasuruan, namun saat ini nelayan Pasuruan pun tak bisa memasok ikan karena sedikit yang berani melaut.

Hal serupa dialami Marni (24), perajin ikan asin lain. Marni bahkan meliburkan dua karyawannya karena tak ada pasokan ikan segar yang bisa diolah menjadi ikan asin saat ini.

Source : kompas

noreply@blogger.com (News Today) 08 Jun, 2011


--
Source: http://www.newsterupdate.com/2011/06/gelombang-tinggi-nelayan-tak-melaut.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar