Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
"Itu nanti di pengadilan dong, tuduhan KPK apa, ya di pengadilan nanti disampaikan," katanya.
Pernyataan Johan ini menanggapi pernyataan mantan Wakil Kepala Polri Adang Darajatun yang merupakan suami Nunun. Adang mempertanyakan penetapan status istrinya sebagai tersangka. Menurutnya, KPK selama ini tak pernah mengungkapkan bukti apa yang dimiliki hingga meningkatkan status Nunun dari saksi menjadi tersangka. Ia merasa, selama ini istrinya seolah-olah ditempatkan sebagai aktor utama dari kasus ini. Sementara, orang yang membagikan dan memberikan cek perjalanan tidak dijerat. Cek kepada 26 anggota DPR 1999-2004 itu diduga dibagikan oleg Arie Malangjudo dan bertujuan untuk pemenangan Miranda Goeltom.
"Ada juga status orang yang dianggap memberi, tetapi tidak jadi tersangka. Sementara, istri saya tersangka. Di mana keadilan itu?" kata Adang, di Gedung DPR, Jakarta, pekan lalu.
Menanggapi hal ini, menurut Johan, pihaknya belum mendapatkan bukti-bukti untuk menjadikan Miranda dan Arie sebagai tersangka selanjutnya. "Belum, ini dulu, makanya saya bilang keterangan Bu Nunun sangat diperlukan," ujarnya.
Keterangan Nunun, lanjut Johan, sangat penting dalam mengungkap tuntas kasus yang menjerat 26 politisi DPR 1999-2004 itu sebagai tersangka. Olehkarena itu, KPK berharap Nunun dapat menghadiri pemeriksaan-pemeriksaan KPK.
"Sebaiknya Bu Nunun hadir ke KPK, jelaskan soal tuduhan-tuduhan terhadapnya itu," ucap Johan.
Keberadaan Nunun sendiri hingga saat ini belum diketahui. Terakhir, ia diinformasikan berada di Kamboja. Paspor atas namanya juga telah ditarik oleh Direktorat Jenderal Imigrasi RI. Adang bersikukuh, tidak akan menghadirkan istrinya, jika proses penegakan hukum tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Source : kompas
--
Source: http://www.newsterupdate.com/2011/06/kpk-bukti-nunun-nanti-di-pengadilan.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar