Kamis, 02 Juni 2011

Pemerintah Siapkan Kebijakan Paling Objektif

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
(News Today) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Darwin Zahedi Saleh menegaskan, pihaknya tengah mempersiapkan kebijakan yang objektif dan berdampak seadil-adilnya bagi masyarakat. Pada saat yang sama, pemerintah mendorong agar penggunaan bahan bakar yang terbarukan dapat didorong lebih besar lagi. Itu disebabkan, dari 100 persen konsumsi bahan bakar di Indonesia, hanya 3-4 persen yang merupakan energi terbarukan.

Darwin mengungkapkan hal tersebut di Tanjung, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Selasa (31/5 /2011) petang, saat menyampaikan sambutan dalam Peluncuran Proyek Percontohan Pengembangan Bahan Bakar Nabati bersumber dari tanaman jarak.

Khusus untuk solar, Darwin mengingatkan kembali bahwa konsumen terbesar solar adalah kelompok industri. Sebagai contoh, PT Adaro Energi mengkonsumsi bahan bakar solar sebanyak dua juta liter per tahun. Adapun konsumsi solar nasional mencapai 12 juta kilo liter per tahun.

Adapun konsumsi BBM nasional ( termasuk premium dan pertamax) adalah 60 juta kilo liter per tahun, sehingga konsumsi solar itu adalah sekitar 20 persen dari total konsumsi BBM nasional. "Indonesia sedang berjuang untuk menghilangkan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dan mengalih kan pada bahan bakar terbarukan," ujarnya.

Sekretaris Korporasi PT Adaro Energy, Devindra Ratzarwin mengatakan, pihaknya sangat faham dengan kondisi bahan bakar di Kalimantan Selatan, kawasan yang menjadi lahan utama pertambangan batu bara yang mereka kelola. Atas dasar itu, untuk menggerakan seluruh kendaraan operasional di area tambang, Adaro tidak mengandalkan dari pasar dalam negeri.

Mereka menggunakan pasokan dari Shell dengan kontrak yang memastikan adanya pasokan solar yang berkesinambungan setiap saat. " Kami tidak mungkin ikut mengantri di SPBU, karena sudah pasti akan kekurangan," katanya.

Source : kompas

noreply@blogger.com (News Today) 02 Jun, 2011


--
Source: http://www.newsterupdate.com/2011/06/pemerintah-siapkan-kebijakan-paling.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar