Selasa, 24 Mei 2011

Foke: Satu Pohon Diganti Sepuluh Pohon

Ilustrasi situasi pengaturan lalu-lintas saat pembangunan jalan layang Kampung Melayu - Tanah Abang.

Jakarta, Indonesia (News Today) - Proyek pembangunan jalan layang non-tol Antasari-Blok M menuai protes keras dari warga sekitar dan para pencinta lingkungan hidup lantaran penebangan pohon di wilayah itu. Warga pun menuduh Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta telah menyalahi analisis mengenai dampak lingkungan. Menanggapi masalah ini, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo angkat bicara.

"Masalah pohon, ada rasio penggantian. Satu pohon kami ganti sepuluh. Saya juga minta supaya mengganti dengan pohon-pohon yang masih baik kualitasnya dan yang sudah besar," kata Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo, seusai Rapat Pimpinan di Balaikota, Jakarta, Senin (23/5/2011).

Dia mengatakan, pohon-pohon tersebut dipindahkan bukan dipotong begitu saja. Selain itu, dalam rangka HUT ke-484 Jakarta, akan ada seremoni kecil, Gubernur akan memindahkan pohon itu.

Saat ditanya tentang penebangan pohon terkait JLNT Antasari-Blok M yang tidak sesuai analisis mengenai dampak lingkungan (amdal), dia akan mengganti pohon tersebut. "Pokoknya, setiap yang saya tebang akan saya ganti sepuluh," ujarnya.

Sementara itu, dihubungi wartawan, Ketua Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Ubaidillah mengatakan, sebelumnya hanya sekitar 40 pohon yang akan ditebang terkait pembangunan JLNT Antasari-Blok M. Namun, kenyataannya, sekitar 100 pohon lebih harus dikorbankan demi pembangunan konstruksi fisik tersebut.

Sebelumnya diberitakan, proyek pembangunan JLNT Antasari-Blok M sepanjang 4,8 kilometer itu menuai protes warga yang tinggal di Jalan Pangeran Antasari. Warga mengeluh, sejak dilakukannya pembangunan konstruksi, rumah warga menjadi penuh debu putih, bising, hingga tidak nyaman karena polusi udara meningkat akibat penebangan pohon.

Warga pun menuding Dinas Pekerjaan Umum DKI telah menyalahi amdal. Salah satunya adalah jumlah pohon yang seharusnya ditebang.

Panjang jalan layang ini 4,8 kilometer, dengan lebar 17 meter untuk dua jalur di ketinggian 10 meter dari jalan eksisting. Rute jalan layang Antasari dari arah selatan ke utara, masuk ke Jalan Antasari menuju Brawijaya, Prapanca, turun ke Wijaya I, dekat Kantor Wali Kota Jakarta Selatan. Sementara rute utara ke selatan, masuk dari Lapangan Mabak Blok M menuju Jalan Iskandarsyah, Prapanca, Brawijaya, dan turun di Jalan Pangeran Antasari.

Source : kompas

noreply@blogger.com (News Today) 25 May, 2011


--
Source: http://www.newsterupdate.com/2011/05/foke-satu-pohon-diganti-sepuluh-pohon.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar