Kamis, 19 Mei 2011

Herman, Membangun Mal untuk Para PKL

Herman Malano

(News Today) - mesanan. Di BKS, khusus PKL mendapatkan subsidi sehingga harga per meter persegi toko hanya Rp 8 juta, sementara untuk umum Rp 13 juta per meter persegi.

Bahkan, ia memberanikan diri mengundang Ketua Umum APPSI Pusat Prabowo Subianto untuk meletakkan batu pertama pembangunan BKS pada 22 Januari 2009 lalu. Idenya membangun pasar modern untuk pedagang kecil mengundang simpati dan dukungan banyak pihak, termasuk para pejabat. Ini dimanfaatkannya untuk mendapatkan material bangunan dengan harga murah atau diskon.

Cibiran dan godaan

Herman menambahkan, pada awalnya banyak pihak yang mencibir dan menyangsikannya kemampuannya membangun BKS. "Orang-orang bilang saya gila. Tidak sedikit yang ngeledek seperti ini, 'gimana Pak Herman, batunya sudah lumutan belum? atau 'kalau jadi, iris kuping saya'," ucapnya menirukan pernyataan pihak-pihak yang mencemooh kerjanya.

Tantangan dan godaan pun tidak henti-hentinya datang. Di tengah pembangunan BKS, dia mendapat tawaran dari sebuah pengembang komersial besar yang berbasis di Jakarta. Pengembang itu meminta agar Herman menjual proyek BKS itu dengan iming-iming sogokan Rp 4 miliar. Ia pun pernah diberitakan miring bahwa PT IKM dianggap tidak mampu membangun BKS karena ketiadaan dana besar.

"Saya tidak akan pernah bisa dibeli. Tidak mungkin ada kesempatan dua kali hidup dari Tuhan untuk mewujudkan mimpi semacam ini dan juga mimpi-mimpi PKL," ujar pria yang sangat mengidolakan Muhammad Yunus, penerima Nobel dan pendiri Grameen Bank yang sangat inspiratif itu.

Terlahir sebagai PKL

Terlahir sebagai anak seorang PKL lalu menekuni profesi itu, membuat semangatnya semakin kuat dan berkobar-kobar untuk membela para PKL. "Umur 3 bulan, saat masih bayi, saya sudah diajak ibu menunggu lapak di pasar. Maka itu, saya sangat marah jika pemerintah tidak peduli terhadap PKL," katanya dengan nada meninggi dan mata berkaca-kaca.

Kini, bangunan BKS seluas 12.000 meter persegi tersebut sudah 80 persen terbangun. Rencananya, gedung itu akan diresmikan akhir tahun ini. Herman bercita-cita menduplikasi BKS ini ke-33 provinsi di Tanah Air. Dengan demikian, akan makin banyak pedagang kecil di Indonesia yang berkesempatan memperbaiki nasib.

Herman berharap pemerintah meningkatkan kepeduliannya pada kaum PKL dan UKM (usaha kecil-menengah). Salah satunya, menyediakan fasilitas kredit UKM yang betul-betul terjangkau, mudah prosesnya, dan bunga ringan. "China dan Malaysia bisa melakukannya, kenapa kita tidak?" ucap pria yang hanya mengecap pendidikan hingga kelas I SMA itu.

Dalam kunjungannya ke BKS akhir April lalu, Deputi Menteri Koordinator Perekonomian Bidang Industri dan Perdagangan Edy Putra Irawadi mengaku sangat terkesan dengan perjuangan Herman membangun BKS.

"Saya datang ke sini sebetulnya justru ingin belajar, bukan mengarahkan. Saya sungguh kagum. Bagaimanapun BKS akan menjadi sebuah laboratorium, percontohan, tentang bagaimana pedagang saling bersinergi dan mandiri membangun pasarnya sendiri," kata Edy.

Source : kompas

noreply@blogger.com (News Today) 19 May, 2011


--
Source: http://www.newsterupdate.com/2011/05/herman-membangun-mal-untuk-para-pkl.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar