Senin, 23 Mei 2011

Konvoi Mobil Konsulat AS Dibom

Peshawar (News Today) - Kelompok Taliban di Pakistan menyerang konvoi mobil Konsulat Amerika Serikat (AS) di Peshawar, Jumat (20/5/2011). Serangan ini merupakan yang kesekian sejak militer AS menewaskan pemimpin Al Qaeda Osama bin Laden awal Mei lalu.

Juru bicara Kedutaan Besar AS Alberto Rodriguez mengatakan tidak ada warga AS yang terbunuh ataupun terluka dalam serangan itu. Namun seorang warga Pakistan kehilangan nyawa dan 10 orang lainnya terluka. Rodriguez menambahkan, laporan sebelumnya menyebut serangan itu berupa bom bunuh diri di sebuah sepeda motor.

"Terjadi serangan terhadap konvoi KOnsulat AS yang terdiri dari dua mobil di Peshawar. Salah satu mobil terkena. Kami masih menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi," imbuh Rodriguez.

Serangan itu terjadi di sebuah jalan utama di kawasan yang menjadi tempat tinggal para diplomat Barat. Menurut polisi pelaku membawa bom seberat 50 kilogram. Kepala kepolisian Peshawar Liagat Ali mengatakan, sebuah mobil berisi bom yang diparkir di tepi jalan meledak begitu salah satu kendaraan konsulat melintas.

Salah mobil konsulat, yang menurut polisi berlapis baja, tampak penuh pecahan peluru. Ledakan bom bahkan menyebabkan mobil itu terpental ke sebuah tiang listrik di samping sebuah taman kanak-kanak.

Inspektur polisi Peshawar Ijaz Khan mengatakan dua pengawal berkebangsaan AS menderita luka ringan. Mereka dirawat di fasilitas medis AS.

Serangan terhadap warga Barat ini merupakan yang pertama sejak kematian Osama di tangan pasukan Navy SEAL AS.

Selama ini Peshawar banyak melihat operasi kelompok Taliban yang berusaha menggulingkan pemerintah Pakistan yang didukung AS. Osama juga pernah tinggal di kota ini pada tahun 1980-an, ketika dia ikut berjuang mengusir tentara pendudukan Uni Soviet dari Afghanistan.

Al Qaeda dan Taliban di Pakistan bersumpah akan membalas kematian Osama. Sasaran mereka adalah pemerintah Pakistan dan sekutu Baratnya.

"Para diplomat negara-negara NATO adalah target kami," ujar Ehsanullah Ehsan, juru bicara Taliban, kepada kantor berita Reuters.

"Kami akan terus melanjutkan serangan. Pakistan adalah target pertama kami. Yang kedua Amerika," tegasnya.

Dalam serangan terpisah pada hari yang sama, sebuah ledakan menewaskan lima orang dan melukai empat orang lainya di Orakzai,

Banyak warga Pakistan merasa frustasi karena ketidakmampuan pasukan keamanan melemahkan Taliban. "Bukannya diperketat, keamanan justru makin longgar setelah kematian Osama. Kami merasa tidak aman," keluh Tahir Khan, seorang mahasiswa berusia 20 tahun yang berada tak jauh dari lokasi ledakan di Peshawar.

Source : kompas

noreply@blogger.com (News Today) 23 May, 2011


--
Source: http://www.newsterupdate.com/2011/05/konvoi-mobil-konsulat-as-dibom.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar