Senin, 06 Juni 2011

Presiden Tuduh "Geng Bersenjata"

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
Sanaa (News Today) - Selamat dari serangan roket yang menghantam istananya, Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh berkeras bertahan. Dalam rekaman audio pidato yang ditayangkan televisi pemerintah, Saleh menuduh "geng bersenjata" berada di balik serangan itu.

Keterangan resmi kepresidenan menyatakan, Saleh hanya mengalami "goresan pada wajah". Namun, indikasi bahwa presiden yang dituntut mundur rakyatnya itu terluka parah cukup kuat.

Saleh dikabarkan dirawat di rumah sakit Kementerian Bersenjata. Janji bahwa dia segera tampil di depan publik hanya dipenuhi dengan rekaman suaranya.

"Jika kalian baik-baik saja, begitu juga saya," suaranya dalam pidato singkat kepada rakyat Yaman. Suaranya terdengar berat, Jumat (3/6/2011) malam. Napasnya pun agak tersengal. Wajah Saleh tidak dimunculkan, hanya fotonya yang tampil di layar televisi.

Saleh menuduh para suku pejuang, yang disebutnya dengan "geng bersenjata", berada di balik serangan roket yang mengenai masjid di dalam kompleks istana kepresidenan.

Serangan itu mengakibatkan tujuh orang tewas, termasuk beberapa pengawalnya serta imam masjid itu. Beberapa pejabat senior terluka, termasuk perdana menteri, penasihat presiden, dan dua ketua parlemen.

Setelah serangan roket itu, aparat keamanan Yaman mengintensifkan tembakan ke Distrik Hassaba di Sanaa. Distrik tersebut merupakan basis pejuang pengikut Sheik Sadeq al-Ahmar.

Pihak Al-Ahmar membantah bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Source : kompas

noreply@blogger.com (News Today) 06 Jun, 2011


--
Source: http://www.newsterupdate.com/2011/06/presiden-tuduh-geng-bersenjata.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar