Kamis, 19 Mei 2011

Empat Siswa Raih Penghargaan di AS

Yan Freski dan Darmadi dari Taman Pintar Yogyakarta raih First Place Award dari China Association for Science and Technology (CAST) di Intel International Science and Engineering Fair (Intel ISEF) 2011, di Los Angeles, Amerika Serikat, 8-13 Mei 2011.

Jakarta, Indonesia (News Today) - Yan Freski dan Darmadi dari Taman Pintar Yogyakarta menerima penghargaan First Place Award dari China Association for Science and Technology (CAST) di Intel International Science and Engineering Fair (Intel ISEF) 2011, sebuah program dari Society for Science & The Public, di Los Angeles, Amerika Serikat, 8-13 Mei 2011. Keduanya mendapatkan penghargaan dan hadiah senilai 3.000 dollar AS untuk penelitian faktor-faktor yang menentukan aliran Sungai Opak ke Samudera Hindia.

Selain Yan dan Darmadi, Indonesia juga meraih prestasi melalui Andrey Halim dan Reyner Jong dari SMA Santa Laurensia. Keduanya menerima penghargaan Certificate of Honorable Mention dari Society of Exploration Geologists untuk penelitian mereka dalam penggunaan komposit berbasis bambu untuk bahan bangunan tahan gempa.

Sementara itu, Matthew Feddersen dan Blake Marggraff dari Lafayette, California, menerima penghargaan tertinggi ISEF, yaitu hadiah senilai 75.000 dollar AS dan Gordon E. Moore Award, yang dibuat sebagai penghargaan atas pendiri dan mantan Chairman dan CEO Intel. Mereka menerima penghargaan ini atas penelitian pengembangan pengobatan kanker yang secara potensial lebih efektif dan lebih terjangkau dengan menempatkan sebuah logam di dekat tumor sebelum terapi radiasi.

Taylor Wilson dari Reno, Nevada, menerima penghargaan Intel Foundation Young Scientist Award dan hadiah senilai 50.000 dollar AS. Taylor mengembangkan salah satu sistem pemeriksaan dengan dosis paling rendah dan sensitivitas paling tinggi untuk mencegah terorisme nuklir.

Sementara tim yang terdiri dari Pornwasu Pongtheerawan, Arada Sungkanit dan Tanpitcha Phongchaipaiboon dari Thailand juga menerima penghargaan Intel Foundation Young Scientist Award. Tim ini menyimpulkan, bahwa gelatin pada sisik ikan bisa digunakan dalam kemasan makanan. Penemuan ini dinilai sebagai penemuan yang bisa menghasilkan efek positif jangka panjang bagi lingkungan.

Shelly Esque, Vice President, Intel Corporate Affairs Group, Rabu (18/5/2011), mengatakan bahwa ini kali pertama pelajar asal Asia Tenggara menerima penghargaan Intel Foundation Young Scientist Award.

"Kami menjalankan ISEF karena kami percaya Matematika dan ilmu pengetahuan merupakan kunci dari inovasi. Ajang global ini menantang para peneliti muda untuk memecahkan berbagai masalah penting dunia lewat ilmu pengetahuan," ujarnya.

Tahun ini, lebih dari 1.500 peneliti dan inovator muda terpilih untuk berpartisipasi dalam Intel ISEF 2011 sebagai lomba penelitian ilmiah internasional tingkat SMU. Mereka dipilih dari 443 lomba penelitian ilmiah di 65 negara. Perancis, Tunisia, Uni Emirat Arab dan Makau termasuk negara yang pertama kali berpartisipasi di ISEF tahun ini.

Selain para pemenang yang disebut di atas, lebih dari 400 finalis menerima penghargaan dan hadiah untuk penemuan-penemuan mereka. Termasuk di antaranya adalah pemenang untuk "Best of Category" yang masing-masing menerima hadiah senilai US$ 5.000. Intel Foundation juga memberikan hibah senilai 1.000 dollar AS ke sekolah dan lomba ilmiah dari setiap pemenang. Daftar lengkap finalis bisa dilihat di www.societyforscience.org/intelisef2011.

Source : kompas

noreply@blogger.com (News Today) 20 May, 2011


--
Source: http://www.newsterupdate.com/2011/05/empat-siswa-raih-penghargaan-di-as.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar