Sabtu, 21 Mei 2011

Rampok Bodoh Ini Cuma Ambil Rp 460 Juta

Mobil Daihatsu Grand Max yang menjadi barang bukti kasus perampokan uang BCA senilai Rp 460 Juta, pada Kamis (19/5/2011), diparkir di Polsek Metro Duren Sawit, Jakarta Timur

Jakarta, Indonesia (News Today) - Yulizar Simbolon, sopir pengangkut uang milik Bank Central Asia (BCA), diduga kuat menjadi dalang perampokan uang Rp 460 Juta. Ia yang merencanakan sandiwara perampokan itu.

Demikian diungkapkan sumber di Polres Metro Jakarta Timur (Jaktim). Mengutip penjelasan Yulizar saat diperiksa, sumber tersebut menjelaskan, peristiwa berawal saat mobil Grand Max warna silver, B-9713-FH, meluncur dari kantor perusahaan pengamanan berinisial Arm di Jalan Sunan Giri, Rawamangun, Jaktim, ke Kantor Cabang Utama BCA di Jalan Paus, Rawamangun. Di sana, mobil memuat uang delapan karung senilai Rp 3,7 miliar.

Minggu (15/5/2011) pukul 16.00 WIB, mobil yang dikemudikan Yulizar meluncur membawa Ahmad Suwarto dan Hendrik Gunawan dari perusahaan pengamanan Arm, dan staf pencatat uang BCA, Zulfikar, beserta delapan karung uang. Mobil meluncur ke beberapa lokasi mesin anjungan tunai mandiri (ATM) BCA.

Setelah mengisi uang di mesin ATM di Pondok Gede, Jaktim, dan mengisi uang di satu mesin ATM lainnya, sampailah mereka di lokasi mesin ATM di Buaran, Pondok Kopi, Jaktim.

Usai mengisi uang di mesin ATM di sana, Yulizar mengajak Hendrik merampok. Hendrik setuju. Yulizar lalu merancang sandiwara perampokan. Ia lalu menghubungi seorang pria, yang katanya anggota Brigade Mobil (Brimob) Polda Metro Jaya.

Pria itu datang dengan memakai rompi hitam. Untuk meyakinkan Hendrik, pria itu mengaku kenal dengan sejumlah anggota Brimob di Detasemen A di Cipinang, Jaktim, Detasemen B di Bekasi, dan Detasemen C di Cikarang, Tangerang.

Pria tersebut lalu menghubungi dua rekannya, yang katanya juga anggota Brimob. Kepada kedua temannya, pria itu meminta mereka menunggu di lokasi mesin ATM di Apotik Tania, Jalan Robusta Raya nomor 9, Pondok Kopi, Jaktim.

Dari lokasi mesin ATM di Buaran, mobil meluncur ke mesin ATM, yang berlokasi di Apotik Tania. Saat itu, Hendrik menggantikan Yulizar mengemudi. Di tengah duduk pria yang mengaku anggota Brimob, sedang di pinggir, duduk Yulizar. Ketiganya duduk di depan, sedang pengawal Ahmad Suwarto dan staf pencatat Zulfikar dari BCA, duduk di belakang.

Menurut Satpam apotik, Hardi (33), yang ditemui, Kamis (19/5/2011) sore, mobil datang Minggu, pukul 21.45 WIB. Mobil parkir di halaman dalam apotik dengan moncong mobil menghadap ke jalan.

Yulizar keluar mobil dan duduk di bangku teras apotik. Pengawal Ahmad Suwarto dan staf pencatat Zulfikar dari BCA, masuk ke apotik mengisi uang di mesin ATM. Hendrik duduk di bangku kemudi bersama seorang pria, yang mengaku anggota Brimob. Mesin mobil dibiarkan menyala.

Tak berapa lama, datang dua pria, kawan pria yang mengaku anggota Brimob. Kedua pria masuk mobil. Mobil pun kabur bersama uang tunai Rp 2,3 miliar. Hendrik dibuat seolah-olah diculik dan dipaksa melarikan mobil ke Jatibening.

Tiga saksi - seorang tukang sate, seorang penjual majalah, yang mangkal di apotik, serta juru parkir melihat, Yulizar hanya bengong waktu mobil dibawa kabur.

Senin (16/5/2011) pukul 02.00 WIB, mobil dilihat seorang saksi, Satpam, di Jatibening 1, Pondok Gede. Saat ditemukan, Hendrik terikat sabuk pengaman di bangku sopir. Kepalanya terluka. Hendrik mengaku, kepalanya luka karena digetok pistol pelaku.

Aneh

Anehnya, ketiga pria hanya mengambil sekarung uang sebanyak Rp 460 juta. Sisanya, uang sebanyak Rp 1,6 miliar dibiarkan tetap di mobil bersama Hendrik yang terikat. "Inilah yang menjadi tanda tanya kita," kata Kapolsek Metro Duren Sawit, Jaktim, Komisaris Titik Setyowati Senin lalu.

Kejanggalan lainnya, Polsek Metro Duren Sawit sempat menetapkan Yulizar dan Hendrik sebagai tersangka, tetapi kemudian dianulir oleh Polres Metro Jaktim setelah kasus dilimpahkan ke Polres Metro Jaktim.

Polsek Metro Duren Sawit sebelumnya yakin, bahwa Yulizar diduga kuat menjadi dalang sandiwara perampokan. Hal ini sesuai pengakuan Yulizar saat diperiksa di Polsek Metro Duren Sawit.

Pengakuan tersebut cocok dengan yang terjadi di lapangan, terutama setelah Polsek Metro Pondok Gede, Jaktim, melaporkan temuan mobil ke Polsek Metro Duren Sawit.

Kepada polisi, Yulizar juga mengatakan, rencananya, uang Rp 460 juta akan dibagi berlima, yaitu dia, Hendrik, dan ketiga pria yang mengaku Brimob.

Tentang hal ini, pimpinan Polsek Metro Duren Sawit, Polres Metro Jaktim, sampai Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jendral Sutarman, tak mau berkomentar. Alasannya, polisi masih mengembangkan penyelidikan.

Saat diperiksa, Hendrik masih bungkam. Ia mengaku, telepon selularnya dirampas ketiga pria yang membawa kabur uang Rp 460 juta. Polisi pun kesulitan menyisir seluruh komunikasi, yang pernah dilakukan Hendrik lewat telepon selularnya.

Source : kompas

noreply@blogger.com (News Today) 22 May, 2011


--
Source: http://www.newsterupdate.com/2011/05/rampok-bodoh-ini-cuma-ambil-rp-460-juta.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar