Sabtu, 21 Mei 2011

Surono: Gempa di Jawa Kurang dari 6 SR

Jakarta, Indonesia (News Today) - Selama ini gempa yang mengguncang Pulau Jawa pada umumnya berkekuatan di bawah 6 skala Richter.

Demikian dikemukakan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Surono di Jakarta, Kamis (19/5/2011).

Surono menyebutkan, sesar gempa teraktif di Pulau Jawa, yakni sesar di Selat Sunda dan sesar Cimandiri di Sukabumi, tidak pernah menghasilkan gempa bumi lebih dari 6 skala Richter (SR).

"Semoga selalu begitu sehingga guncangan ke Jakarta tidak besar," katanya.

Surono menyampaikan hal itu menanggapi pernyataan Staf Ahli Presiden Bidang Bencana Andi Arief, yang mengungkapkan adanya potensi gempa 8,7 SR di Selat Sunda, yang guncangannya mencapai Jakarta. Andi mengatakan bahwa gempa tersebut merupakan gempa purba yang pernah melanda Pulau Jawa ribuan tahun lalu.

Menurut Surono, Selat Sunda tidak berada di atas zona subduksi, tetapi suatu sobekan. Energi yang dilepaskan di Selat Sunda tidaklah terlalu besar dibandingkan dengan energi yang dilepaskan di zona subduksi seperti di segmen Mentawai.

"Di samping itu, kalau ada penumpukan energi yang terlalu besar, akan dengan enak dimakan Krakatau untuk meletus. Nah, ada release (pengeluaran) energi yang sangat potensial di sana kalau terjadi penumpukan," paparnya.

Angka 8,7 SR yang disampaikan Andi, menurut Surono, berdasarkan riset mahasiswa yang sedang studi akhir di Jepang. Hasil riset itu patut dipertanyakan, apakah sudah final atau belum.

"Saya kira, pasti ada dasarnya Pak Andi Arief bicara begitu. Tapi, lepas dari itu semua adalah kewaspadaan yang memang harus kita ini ya," ujarnya.

Surono juga mengatakan, sebuah penelitian memang dapat memprediksi kekuatan sebuah gempa yang mungkin terjadi berdasarkan panjang sesarnya. Namun, mengenai kapan waktu gempa itu akan terjadi, sulit diprediksi.

"Namun, yang tidak diketahui adalah kapan terjadinya dan potensi skala Richter bisa 0 sampai 100 persen. Bisa saja di Fukushima 7 SR keluarnya 9. Bisa saja 8,7 keluarnya 4, mudah-mudahan begitu," ujarnya.

Karena sulit diprediksi waktu terjadinya, Surono mengimbau masyarakat agar senantiasa waspada dan sadar akan gempa.

"Karena bencana itu terjadi pada saaat kita lengah dan sering kali kita tidak mau jujur. Saya suka marah kalau saya dikatakan jelek, padahal saya memang jelek. Bahwa Jakarta itu berpotensi gempa dan memang terjadi, tidak perlu takut," katanya.

Source : kompas

noreply@blogger.com (News Today) 21 May, 2011


--
Source: http://www.newsterupdate.com/2011/05/surono-gempa-di-jawa-kurang-dari-6-sr.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar