Rabu, 18 Mei 2011

Ingin Memanen, tetapi Tidak Menanam

Warga menjaring ikan di kawasan Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Selasa (29/3/2011). Waduk Jatiluhur atau waduk Ir H Juanda memiliki luas 8300 Ha. Merupakan waduk multiguna yang digunakan sebagai sumber irigasi pertanian, jalur transportasi air, pusat budidaya ikan jaring apung hingga pembangkit tenaga listrik.

(News Today) - Harapan para nelayan melambung saat dua juta bibit bandeng dilepas oleh pemerintah ke Waduk Ir H Djuanda, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, akhir Juni 2008. Dengan jumlah itu, mereka berangan hasil tangkapannya melonjak dan keuntungan berlipat.

Tiga bulan berjalan, harapan itu mewujud. Enan (47), nelayan di Jatiluhur, mengaku mulai menangkap ikan bandeng seukuran 3-4 jari pada Oktober-November 2008. Ketika itu hasil tangkapannya meningkat dari 4-10 kg per hari menjadi lebih dari 15 kg per hari.

Ha l serupa dialami ratusan nelayan tangkap di perairan umum seluas 8.300 hektar tersebut. Tempat-tempat pengepul hasil tangkapan nelayan pun didominasi ikan bandeng. Selama beberapa bulan, grafik jumlah tangkapan menanjak. Sebagian warung makan di sekitar waduk itu bahkan menjajakan menu bandeng goreng.

Akan tetapi, situasi itu meredup sejak pertengahan 2009. Jumlah tangkapan menurun. Ikan bandeng pun tak dominan lagi di antara ikan mas, nila, patin, dan gabus hasil tangkapan nelayan. Mereka juga tak setiap hari mendapatkannya.

Selain meningkatkan pendapatan nelayan, dua juta bibit bandeng itu ditebar Departemen Kelautan dan Perikanan serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memperbaiki mutu perairan waduk yang memburuk, antara lain ditandai oleh meledaknya jumlah fitoplankton. Kondisi itu meningkatkan risiko kematian ikan massal akibat anjloknya kandungan oksigen terlarut.

Dalam rangka menjamin stok ikan di perairan stabil atau meningkat, setiap nelayan dan kelompok diimbau menyisihkan sebagian dari nilai transaksi jual-beli ikan untuk pengadaan dan penebaran bibit. Dengan cara itu, hasil tangkapan diharapkan tidak turun dan menjamin pendapatan rumah tangga nelayan.

Tak jalan

Akan tetapi, rencana itu gagal. Penangkapan ikan, baik oleh nelayan maupun pemancing, tetap berlangsung. Sementara penebaran benih ikan tidak terjadi. Jumlah rumah tangga nelayan bertambah, sementara hasil tangkapan terus turun.

Data Dinas Perikanan Kabupaten Purwakarta menunjukkan, jumlah rumah tangga nelayan naik dari 2.486 rumah tangga tahun 2008 menjadi 3.013 rumah tangga tahun 2009. Produksi ikan tangkap pun naik dari 907 ton tahun 2008 menjadi 914 ton tahun 2009. Namun, menurut Kepala Bidang Perikanan Dinas Perikanan Purwakarta Komaran, hasil tangkapan cenderung turun sejak tahun 2010. Selain jumlah nelayan yang cenderung bertambah, penurunan hasil tangkapan juga dipengaruhi oleh minimnya jumlah penebaran.

Akibat keterbatasan anggaran, pemerintah daerah hanya mampu menebar benih ikan di perairan situ (danau kecil) 30.000-50.000 ekor, sementara di waduk jarang sekali, ujarnya.

Menurut Kepala Loka Riset Pemacuan Stok Ikan Badan Riset Kelautan dan Perikanan Didik Wahju Hendro Tjahjo, meledaknya jumlah keramba jaring apung (KJA) di Waduk Ir H Djuanda sepuluh tahun terakhir membuat perairan kian subur. Fitoplankton berkembang pesat dan turut memicu anjloknya kandungan oksigen, salah satu penyebab kematian ikan massal.

Dengan jumlah KJA yang mencapai 17.000 unit dan kondisi mutu perairan saat ini, lanjut Didik, Waduk Ir H Djuanda membutuhkan 4,1-10 juta ikan pemakan fitoplankton. Namun, jumlah penebaran selama ini masih jauh dari kebutuhan, yakni hanya puluhan ribu hingga ratusan ribu ekor. Periode penebaran juga belum kontinu. Kondisi itu membuat hasil tangkapan nelayan naik pada beberapa bulan sesudah penebaran, tetapi kemudian terus turun.

Kabupaten Purwakarta memiliki luas perairan umum 10.352 hektar, meliputi perairan waduk 10.049 hektar, sungai 222 hektar, dan situ 81 hektar. Ibarat sawah, perairan umum ini terus diambil ikannya, tetapi jarang ditanami. Ikan-ikan itu juga tak berkesempatan untuk berkembang biak, antara lain akibat perubahan habitat air, pencemaran, dan penangkapan berlebih.

Source : kompas

noreply@blogger.com (News Today) 19 May, 2011


--
Source: http://www.newsterupdate.com/2011/05/ingin-memanen-tetapi-tidak-menanam.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar